MA PPPA GUPPI RANGAS, Majene — Siswa MA PPPA GUPPI RANGAS menjadi korban Gempa Bumi dengan kekuatan 8,0 SR. 3 orang Siswa dinyatakan menjadi korban, dimana 1 orang meninggal dunia, dan 2 lainnya mengalami Luka berat. Ketiganya menjadi korban dalam kegiatan Simulasi Penanganan Gempa bumi di MA PPPA GUPPI RANGAS, Jumat, 14 Agustus 2026.
Simulasi penanggulangan gempa bumi tersebut berlangsung dengan tegang, dan mencekam layaknya situasi gempa sebenarnya. Guru dan Siswa MA PPPA GUPPI RANGAS sangat serius dalam mengikuti simulasi tersebut dengan arahan langsung instruktur Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene.

Ratusan Siswa MA dan MTs PPPA GUPPI Rangas, Berlarian menuju ke tempat yang aman. Situasi dalam Simulasi penanggulangan gempa oleh BNPB Kabupaten Majene di MA PPPA GUPPI Rangas, 14 Agustus 2026.
Menurut Instruktur Simulasi, Gunawan, S.Pd bahwa simulasi tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan dini kepada seluruh warga Madrasah/Sekolah yang ada di Kelurahan Rangas khususnya MA PPPA GUPPI RANGAS, bagaimana menghadapi dan menyikapi ketika gempa bumi terjadi.
“Simulasi ini penting dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi kalangan pelajar, tentang cara penanganan saat terjadi gempa dan pasca gempa.”, Jelas pak Gunawan.
Lebih lanjut beliau menjelaskan, bahwa dalam situasi genting dan kacau sekalipun kita tetap harus tenang, jangan panik. Ikuti penyampaian dan informasi dari pihak otoritas atau pemerintah dan lembaga yang terkait. Jangan langsung terpengaruh informasi yang tidak benar.
Kegiatan simulasi penanggulangan bencana gempa tersebut sangat bermanfaat, bukan hanya untuk Kalangan pelajar saja, tetapi untuk masyarakat sekitar Rangas. Apalagi selama ini Warga Kelurahan Rangas dikenal sangat panikan ketika mendengar informasi gempa, khususnya informasi Tsunami.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari guru dan siswa, dimulai dari pukul 08.00 WITA didahului dengan apel pembukaan, dan tepat pukul 09.00 WITA Simulasi gempa dimulai dan berakhir pada pukul 10.30 WITA.
Diharapkan dari giat simulasi tersebut, Baik guru dan siswa serta masyarakat sekitar dapat memperoleh pemahaman dan ilmu tentang penanganan Gempa yang terjadi, khusus Tsunami. Tetapi sembari kita berharap Gempa sesungguhnya tidak pernah terjadi. (*)
Tinggalkan Komentar